Nela Agustin Kusuma Wardani, biasa dipanggil dengan Nela. Dosen di Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang sekaligus sebagai Penyedia Fasilitas Edukasi PT Tigaraksa.
Judul kuliah singkat kali ini adalah *Membangun Karakter Anak Melalui Universitas Pangkuan* .
Sebenarnya apa sih *Universitas Pangkuan* itu ?
dari sinilah para pemerhati edukasi sangat sadar sekal bahwa istilah *"Universitas Pangkuan"* merupakan istilah bagus dan bisa disampaikan sebagai *semangat literasi* .
karena *keluarga adalah mdrasah utama dan ibu adalah madrasah pertama*
Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya dimulai di usia kanak – kanak atau yang biasa disebut oleh para ahli Psikologi sebagai usia emas (Golden Age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabiitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20 % sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.
Apa itu golden age (masa keemasan) ?
Golden Age atau masa keemasan, adalah “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa golden age, yaitu 0-7 th, sebagai awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.Pada masa-masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari.
Semua yang dipelajari seorang anak pada usia Golden Age pasti berhasil dan akan teringat terus sampai ia dewasa. Perlu bukti?? Berjalan dan Berbicara menjadi 2 contoh yang amat mudah. Seorang anak ketika belajar berbicara tidak pernah lelah bukan? Walaupun ia tidak mengerti apa yang ia katakan, namun ia terus berbicara, terus mengeluarkan kata-kata, tanpa merasa lelah dan tanpa merasa ingin berhenti… Hasilnya? Yap, ia bisa berbicara dengan lancar sedikit demi sedikit, hingga dapat menjadi pembicara yang handal ketika besar.
Begitupun dengan berjalan.. Perlahan dan perlahan, namun pasti, mulai dari tiduran, mengangkat badan, duduk, merangkak, mulai berdiri, berjalan perlahan dengan bantuan, hingga dapat berjalan dengan lancar, bahkan berlari, tentu semuanya tidak dilakukan dengan cepat dan mudah. butuh waktu yang cukup lama. 2 bulan, 4 bulan, bahkan ada yang sampai 1 tahun. namun selama masa belajar itu, tidak ada anak yang merasa lelah. Walaupun jatuh berkali-kali, ia pasti kembali bangun. walaupun menangis berkali-kali namun ia tetap mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya ia sukses berjalan dengan lancar tanpa bantuan orang lain.
Jadi masa Golden Age bukan semata-mata karena perkembangan otak yang pesat, namun disebabkan juga oleh mindset seorang anak dimana ia terus menerus belajar tanpa mengenal kata “GAGAL”, “LELAH”, “BERHENTI”, dan kata-kata sejenisnya. Yang selalu terlintas dalam benaknya ialah bagaimana agar dapat sukses dalam belajar mengenai apapun.
Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual.
Usia tersebut merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk mempelajari berbagai macam keterampilan, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang akan berpengaruh pada masa-masa kehidupan selanjutnya, dan memperoleh konsep-konsep dasar untuk memahami diri dan lingkungansekitar.
Agar masa keemasan ini termanfaatkan secara optimal, maka orangtua diharapkan dapat melakukan proses pengasuhan dan pendidikan dengan cara yang optimal pula. Selain kemampuan dan pengetahuan, orangtua juga memerlukan media pendukung untuk membantu proses tersebut.
Sebagai seorang dosen, sy pribadi miris dengan perilaku mahasiswa saat ini. Bukan mengeneralisir, tapi kebanyakan memang kurangnya attitude yang baik dengan orang yang lebih tua, atau bahkan sesamanya.
Dan juga, anak-anak kita ini memang sudah berbeda jaman dengan jaman kita masih anak-anak dulu. Sekarang arus teknologi dan perkembangangan zaman sangat lah pesat. Dan tak mungkin kita melarang mereka untuk mengikuti perkembangan zaman.
Tapi tugas kita lah yang mengarahkan, mendampingi, dan mengayomi mereka untuk menjadi pribadi yang memiliki *karakter* baik.
Dimulai kapan pendidikan karakter ini? dimulai dari *pangkuan ayah dan bunda* sendiri..
Bagaimana menerapkan universitas pangkuan di rumah ? Salah satunya dengan memangku anak untuk membaca buku bersama. Kenapa harus buku ?
karena dengan membaca buku bersama anak, anak akan berkenalan dengan kosakata, belajar mengenal konsep, membuat otaknya aktif, melatih anak berimajinasi, bekal ketika belajar membaca nanti, membangun kemampuan kognitif (berpikir) anak, menciptakan hubungan yang baik untuk Anda dan Si Kecil. Selain itu, akan terbentuk bonding yang kuat antara ayah ibu dengan anaknya. Dan akhirnya akan berujung, terbentuknya karakter anak yang baik dan berintegritas, agamis, dan bermoral baik.
Jika ada pertanyaan, anak sy tidak suka membaca ? Bagaimana agar dia suka membaca ?
Jawabannya sangatlah mudah ayah bunda..
Kita sebagai orang tua lah yang hadir sebagai orang pertama yang membacakan buku untuk anak. Melalui pembiasaan membaca buku ini lah, anak akan sangat menyukai buku.
Kita sebagai orang tua lah yang hadir sebagai orang pertama yang membacakan buku untuk anak. Melalui pembiasaan membaca buku ini lah, anak akan sangat menyukai buku.
Yaaa...anak ini peniru yang ulung loo...
Jangan kaget, jika apa yg kita katakan kita kerjakan akan mudah ditiru mereka.
Jangan kaget, jika apa yg kita katakan kita kerjakan akan mudah ditiru mereka.
Rasulullah SAW juga menyampaikan pendidikan karakter untuk anak yaitu dengan keteladanan dan nasehat yang baik.
dan Rasulullah SAW lah sebaik-baiknya teladan untuk kita semua. Ajak anak untuk membaca buku siroh nabi dan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW seperti dalam buku Muhammad Is My Hero.
Membangun karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak, akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Dengan begitu, fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal.
*_Dorothy Law Nolte_ pernah menyatakan bahwa anak belajar dari kehidupan lingkungannya.* Lengkapnya adalah:
1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyeasali diri
5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
6. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
7. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
8. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
9. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
10. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
3. Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
4. Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyeasali diri
5. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
6. Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
7. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan
8. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
9. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
10. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Lalu, fasilitas apa yg kita perlukan utk membuat universitas pangkuan di rumah agar anak terbentuk karakternya melalui kegiatan membaca bersama dengan orang tua?
Kira-kira buku apa saja yang cocok dihadirkan di rumah masing-masing?
Dan.. Krn "GURU" nya adalah orangtua masing2, ajak berpikir bahwa pengennya anak kita *"LULUS"* dari universitas pangkuan dengan karakter seperti apa?
Karakter terbentuk sebagai hasil pemahaman dari hubungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Allah SWT (triangle relationship). Namun, pengembangan karakter anak yang paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan terutama dari *orang tua* .
*Pendidikan yang perlu di tanamkan kepada anak sejak awal adalah:*
1. Pendidikan keagamaan
Semakin dini kita menanamkan hal ini pada seorang anak, akan semakin kuat ahlak dan keyakinan akan Tuhan di dalam diri anak kita.
1. Pendidikan keagamaan
Semakin dini kita menanamkan hal ini pada seorang anak, akan semakin kuat ahlak dan keyakinan akan Tuhan di dalam diri anak kita.
2. Kualitas input yang diterima
Seorang anak pada usia dibawah 10 tahun belum mempunyai fondasi yang kuat dalam prinsip hidup, cara berpikir, dan tingkah laku. Tugas orang tua untuk memilah dan menentukan, input-input mana saja yang perlu dimasukkan,dan mana yang perlu dihindarkan. Demikian juga dengan membaca buku. Pilih buku-buku yang sesuai dengan usiannya dan berasal dari sumber yang jelas, seperti buku Widya Wiyata Pertama yang merupakan ensiklopedia anak yang berumur lebih dari 30 tahun, dan Cakrawala Pengetahuan Dasar yang memaksimalkan 49 keterampilan dasar anak.
Seorang anak pada usia dibawah 10 tahun belum mempunyai fondasi yang kuat dalam prinsip hidup, cara berpikir, dan tingkah laku. Tugas orang tua untuk memilah dan menentukan, input-input mana saja yang perlu dimasukkan,dan mana yang perlu dihindarkan. Demikian juga dengan membaca buku. Pilih buku-buku yang sesuai dengan usiannya dan berasal dari sumber yang jelas, seperti buku Widya Wiyata Pertama yang merupakan ensiklopedia anak yang berumur lebih dari 30 tahun, dan Cakrawala Pengetahuan Dasar yang memaksimalkan 49 keterampilan dasar anak.
3. Anak adalah peniru yang baik
Anak perlu figur seorang tokoh yang dikagumi, yang akan ditiru di dalam tindakan sehari-harinya. Pilihan utamanya biasanya akan jatuh pada orang tua. Ajarkan sesuatu melalui contoh, dengan tindakan orang tua sendiri, akan membuat anak meniru dan mengembangkannya menjadi suatu kebiasaan dan karakter di dalam pertumbuhannya. Seperti halnya membaca buku, jika sejak kecil orang tua membacakan buku kepada anak, anak akan sangat antusias, dan akan menjadi gemar membaca yang artinya jendela ilmu akan terbuka seluas-luasnya.
Anak perlu figur seorang tokoh yang dikagumi, yang akan ditiru di dalam tindakan sehari-harinya. Pilihan utamanya biasanya akan jatuh pada orang tua. Ajarkan sesuatu melalui contoh, dengan tindakan orang tua sendiri, akan membuat anak meniru dan mengembangkannya menjadi suatu kebiasaan dan karakter di dalam pertumbuhannya. Seperti halnya membaca buku, jika sejak kecil orang tua membacakan buku kepada anak, anak akan sangat antusias, dan akan menjadi gemar membaca yang artinya jendela ilmu akan terbuka seluas-luasnya.
4. No Pain No Gain
System No Pain No Gain ini dalam jangka panjang akan membentuk karakter yang kuat dan tangguh dari si anak, karena mereka sejak kecil sudah dibiasakan harus bekerja dulu baru mendapatkan hasil.
System No Pain No Gain ini dalam jangka panjang akan membentuk karakter yang kuat dan tangguh dari si anak, karena mereka sejak kecil sudah dibiasakan harus bekerja dulu baru mendapatkan hasil.
5. Tiga perilaku dasar dalam berkomunikasi
Pertama adalah harus belajar mengucapkan “terima kasih” kepada siapa saja yang sudah memberikan sesuatu kepadanya, kedua adalah harus belajar mengucapkan kata “tolong” apabila ingin meminta bantuan kepada orang di sekitarnya, dan ketiga adalah belajar mengucapkan kata “maaf” apabila memang bersalah. Kelihatannya memang sederhana, tapi coba lihat, berapa banyak orang yang merasa dirinya sudah dewasa yang terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut ? Kalau anak kita sudah terbiasa mengucapkannya sejak kecil, perilakunya akan lebih menghargai orang lain.
Pertama adalah harus belajar mengucapkan “terima kasih” kepada siapa saja yang sudah memberikan sesuatu kepadanya, kedua adalah harus belajar mengucapkan kata “tolong” apabila ingin meminta bantuan kepada orang di sekitarnya, dan ketiga adalah belajar mengucapkan kata “maaf” apabila memang bersalah. Kelihatannya memang sederhana, tapi coba lihat, berapa banyak orang yang merasa dirinya sudah dewasa yang terbiasa mengucapkan kata-kata tersebut ? Kalau anak kita sudah terbiasa mengucapkannya sejak kecil, perilakunya akan lebih menghargai orang lain.
Karakter, kepribadian, dan kualitas seorang anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan input yang diterimanya dari orang tua. *Bila orang tua kurang memberikan bimbingan ini secara maksimal, maka peran ini akan diambil alih oleh lingkungan, yang mana bisa memberikan berbagai macam input yang lebih banyak negatifnya daripada positifnya.*
*Cara Membangun Karakter Anak :*
1. Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak.
2. Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini
3. Memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang, pemberian makanan yang bergizi.
4. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
5. Pola pendidikan harus saling berkaitan baik dirumah dan di sekolah.
6. Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji.
7. Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya, seperti membaca buku bersama anak.
8. Bersikap tegas, konsisten dan bertanggung jawab.
1. Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak.
2. Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini
3. Memenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang, pemberian makanan yang bergizi.
4. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
5. Pola pendidikan harus saling berkaitan baik dirumah dan di sekolah.
6. Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji.
7. Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya, seperti membaca buku bersama anak.
8. Bersikap tegas, konsisten dan bertanggung jawab.
*Tips Memahami Karakter Anak*
• _Mendengarkan anak anda dengan baik_
Jangan mendengarkan anak sebagai syarat saja, namun dengarkan dengan baik, berikan respon, dan pikirkan penyelesaiannya jika anak mempunyai masalah.
• _Mendengarkan anak anda dengan baik_
Jangan mendengarkan anak sebagai syarat saja, namun dengarkan dengan baik, berikan respon, dan pikirkan penyelesaiannya jika anak mempunyai masalah.
• _Berusaha memahami tipe emosional anak_
Berikan ia pengertian atau cari cara lain agar emosi anak tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu.
Berikan ia pengertian atau cari cara lain agar emosi anak tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu.
• _ Interogasi anak dengan baik_
Interogasi anak dengan lembut, buat ia mengatakan hal yang sebenarnya, dan ketahui bagaimana anak tersebut mampu menceritakan hal-hal yang sangat rahasia kepada anda. jika hal itu terjadi, maka anda telah memahami karakter anak dan siap untuk mendidiknya menjadi lebih baik.
Interogasi anak dengan lembut, buat ia mengatakan hal yang sebenarnya, dan ketahui bagaimana anak tersebut mampu menceritakan hal-hal yang sangat rahasia kepada anda. jika hal itu terjadi, maka anda telah memahami karakter anak dan siap untuk mendidiknya menjadi lebih baik.






No comments:
Post a Comment